Rabu, 30 Juli 2025

RAPAT PANITIA PENGARAH PENDIRIAN KOPERASI NU BANYUMAS

 RAPAT PANITIA PENGARAH PENDIRIAN KOPERASI NU BANYUMAS 

jumat 21 februari 2014  dihadiri 5 0rang . Hasilnya adalah diputuskan akan didirikan KSP terlebih dahulu dengan koordinator Pak Edi dan Pak Charis, anggota panitia yang lain membantu berdirinya koperasi. Koordinator membuat konsep  dan formatur. Pengurus koperasi yang bersama anggota mendiskusikannya.  Senin, 24 Februari 2014 di gedung NU Bangumas akan rapat lagi memebahas konsep dan formatur pengurus. tks

PEMBAHASAN KONSEP KSP DAN FORMATUR KEPENGURUSAN

Senin, 24 Februari 2014 di Gedung NU Bangumas

1. Membentuk suatu badan koperasi yang betul-betul kuat dan SDM yang mumpuni yang profesional .

2. Konsep Koperasi Syariah -------tujuan, bentuk, prosedur kerja,

Mengumpulkan tokoh-tokoh yang akan dijadikan pediri (kritis)

Pendiri-pendiri itu kita pilih pengurus dan dewan syariah

Memilih calon pengelola/manajemen (team)

Pengelolan supaya jalan simpan pinjamnya. (sudah ada KUB di lumbir, purwojati—uang koperasi)

Komponen (dana...?)  :

1 manajer—marketing

 1 pembukuan

1 marketing

Pekuncen : H Malik,

1 orang : 1 juta

Ada mou yang jelas.

Sambil proses jalan hukum

Pendekatan pendiri (sp 150.000, sertifikat modal 25.000)

1. Pak H. Herman (investor)

2. Pak Sudarto

3. Pak H. Woro (investor)

4. Pak Charis

5. Pak Samsun

6. Bagas

7. Pak Edi

Pendekatan pengurus dan manajer.

Sasaran

 

Rapat lagi  senin, 3 maret 16.00-maghrib

Agendanya : kongkritisasi : pendiri, pengurus, dan sasaran.

*TEORI DAN PRAKTIK KADANG BERBEDA TAPI UNTUK TUJUAN SAMA*. 

LPNU SE-BARLINGMASCAKEB Minggu, 1 Juni 2014 di MP

                         HASIL TEMU “Gendu-Gendu Rasa” LPNU BANYUMAS DENGAN

LPNU SE-BARLINGMASCAKEB

Minggu, 1 Juni 2014 di MP

 

Point-Pointnya adalah :

Pertemuan perdana ini dihadiri oleh LPNU Banyumas (Bpk Dr. Sudarto, M Yasa, ME. CSRS), LPNU Purbalingga (Bpk Budi Prasetyo), LPNU Kebumen (Bpk Sugiman).

Berdasarkan Gendu-gendu Rasa ternyata Potensi usaha dari masing-masing LPNU Kabupaten berbeda. Di LPNU Purbalingga sedang dikembangkan Lele Organik, Di Kebumen sedang dikembangkan Padi Organik, sedangkan salah satu potensi di LPNU Banyumas ternyata Pisang yang diolah menjadi sale pisang dan variannya.

Sedangkan Permasalahan dari masing-masing LPNU secara umum adalah persoalan pemasaran, merek, modal, dan juga produksi. Namun terkait dengan modal, Insya Allah LPNU Pusat siap meminjami kredit lunak sebesar minimal 5 juta dari sumber pandanaan RAPTOR dan sumber pendanaan BRI dalam bentuk KPPE dan KUR, untuk tiap kelompok yang terdiri dari 5 orang. Sumber pembiayaan tersebut secara operasional dikelola dan melalui LPNU Banyumas. Untuk mengatasi masalah pemasaran maka wilayah Barlingmascakeb menjadi pasar bagi kelima kabupaten.

Pertemuan berikutnya LPNU Purbalingga sebagai tuan rumah dan untuk periode pertama Bpk Sudarto M. Yasa terpilih sebagai koordinator LPNU Se-Barlingmascakeb. Selanjutnya LPNU Banyumas sebagai sekretariat LPNU Barlingmascakeb.

Rencana pertemuan selanjutnya akan dilaksanakan pada Hari Ahad,  minggu pertama setiap bulan. Gendu-gendu rasa pada bulan juli 2014, karena menjelang bulan romadlon pertemuan akan dilaksanakan ahad sebelum romadlon. Tempat penyelenggaraan gendu-gendu rasa di Purbalingga. Waktu dan tempat secara pasti menyusul. Karena Bpk Sudarto tanggal 22 Juni ada agenda ke luar kota. Maka acara TEMU LPNU ditunda.








“Gendu-Gendu Rasa” LPNU SE-BARLINGMASCAKEB

                     HASIL TEMU “Gendu-Gendu Rasa” LPNU SE-BARLINGMASCAKEB

Selasa, 26 Agustus 2014 di Ruang Rapat Lt. 2 RSIA Ummu Hani

(Jln. Panjaitan No. 40 A Purbalingga)

 

Point-Pointnya adalah :

 

Pertama diharapkan PC LPNU se-Barlingmascakeb dapat membuat buletin tentang entrepreunership sebagai media untuk menginformasikan terkait rencana kegiatan maupun kegiatan apa saja yang sudah dilakuakan oleh LPNU terhadap umat.

Kedua perlu evaluasi internal dari masing-masing PC LPNU Se-Barlingmascakeb, untuk mengetahui kita-kira apa yang menjadi penghambat dalam roda ekonomi NU serta menginventaris potensi yang dapat menjadi kekuatan LPNU nantinya dalam menghadapi perdagangan bebas ASEAN tahun 2015.

Ketiga, beliau menghendaki perlu adanya survai, untuk mengetahui sejauh mana NU ini sudah melakukan segala sesuatu itu dengan tepat guna dan sasaran agar anggaran yang dikelola itu efisien.

Keempat, perlu adanya seorang motivator entrepreunerhip dikalangan NU untuk bisa menggerakan semangat berwirausaha bagi umat, khususnya kalangan Nahdliyin dan Nahdliyat.